Rabu, 23 September 2009

Pengalaman Pahit di Hari yang Manis

Setiap orang pasti pernah memiliki pengalaman baik ataupun pengalaman buruk. Tapi, pengalaman ini sangat ironis dan akan selalu diingat. Sebuah pengalaman buruk di hari yang baik .

Pagi – pagi sekali suara mamah yang nyaring itu ikut membangunkanku. Ya, memang seharusnya aku bangun pagi hari itu, karena aku dan keluargaku berencana untuk berkunjung ke rumah saudara yang berlokasi di cicalengka. Dengan rasa malas aku pun segera menuju ke kamar mandi untuk segera bersiap. Aku bersama adik dan kakak sepupuku berencana untuk pergi dengan menggunakan kereta api patas pada pukul 08.30. Tapi karena satu dan dua hal , akhirnya kami pergi dengan menggunakan kereta api krd pemberangkatan pukul 10.20 dari stasiun Ciroyom .

Sesampainya di stasiun Ciroyom … kami membeli air minum dan beberapa snack untuk dimakan di dalam kereta. Sampai tiket dibuka, aku pun mengantri untuk membeli tiket kereta krd ciroyom-cicalengka dengan harga Rp 1000,- per tiket. Menunggu dan menunggu itulah yang kami lakukan di dalam stasiun, ternyata kereta yang semula dijadwalkan datang pukul 10.20 mengalami beberapa kendala hingga akhirnya pemberangkatan ditunda hingga pukul 11.30. Setelah kerata datang, kami berdesak-desakkan naik ke dalam kereta yang sudah padat penupang hingga akhirnya tragedi itu pun terjadi .

Aku yang membawa seorang adik berusia 7 tahun lebih 5 bulan sama sekali tak peduli dengan barang bawaanku. Yang aku khawatirkan dan aku perhatikan hanyalah adikku yang terseret sampai ke tengah gerbong karena padatnya penumpang. Saat itu aku hanya bisa menenangkan adik kecilku dengan ucapan “ jangan nangis de, kalem – kalem!! Pegangan terus. “ Dengan keringat yang bercucuran aku pun berusaha menggendong adikku tapi apa daya, saat itu kakiku terinjak-injak dan tak sanggup menggendong adikku. Akhirnya aku pun menarik adikku dan beruntung ada seorang ibu yang mau mengamalkan dirinya untuk menggendong adikku di pangkuannya. Dari situ aku mulai tenang karena setidaknya adikku yang satu itu sudah tidak akan terseret-seret lagi. Gawatnya, aku masih membawa satu adik lagi. Dimana dia? Saat aku bingung mencari adikku yang satu lagi, dari belakang ada yang menarik tanganku dan itulah dia adikku bersama kakak sepupuku yang hampir terseret ke pintu gerbong kereta yang saat itu sedang melaju kencang. Saat semua berkumpul, aku baru tersadar kalau aku membawa tas selendang kecil yang berisi barang-barang cukup berharga. Hp, dompet, dan MP4. Tapi, apa yang terjadi? Saat aku mengeceknya yang tersisa hanyalah dompet dan MP4 . Bagian depan tasku sober seakan ada yang menariknya. Handphone itu handphoneku hilang. Aku sempat histeris walaupun tidak menjerit. Ya Allah dimana??banyak dugaan asaat itu. Mungkin terjatuh di gerbong atau mungkin dicopet orang . Sialan saat adikku mencari di bawah tidak ada apa-apa, yang ada hanya sampah dan sampah. Dari situ aku sempat termenung, adik dan kakakku pun kebingungan. Padahal aku benar-benar menyimpannya dengan baik. Tapi apa daya nasib buruk dan kesialan menyelimutiku saat itu. Aku pun hanya bisa terdiam. Aku takut ayahku marah karena aku ceroboh. Tapi darisitu aku hanya bisa tegar dan berdoa supaya si pencopet kelas teri itu disadarkan oleh-Nya dan Ayahku tidak marah. Di situ aku tidak bisa tenang. Apalagi saat melihat adikku yang kecil pucat pasi, tangannya dingin dan hampir pingsan. Aku memberinya minum dan mengipas-ngipasinya. Air keringat bercucuran membasahi bajunya. Beruntung dia tersadar dan menangis sejadi-jadinya ingin segera turun dari kereta itu. Hingga akhirnya kami pun turun dan sampai di rumah saudaraku.

Disana ibu dan saudara-saudaraku telah menunggu dan menyambutku dengan tangisan. Aku pun tak bisa menahan tangis dan menceritakan semua kejadiannya. Beruntung ayahku tidak marah. Beliau malah berkata “ iya, gag apa-apa mungkin bukan rezeki kamu. Yang penting adik kamu selamat ga terjadi apa-apa. Soal hp itu memang bukan milik. Doain aja bapak dapet rezeki lebih dan bisa beliin hp baru. Udah jangan nangis” Yh, itulah kata – kata yang dilontarkan ayahku untuk menghiburku. Begitupula dengan saudara-saudaraku yang lain. Mereka terus berkata, “ udah neng jangan nangis, mungkin udah saatnya kamu ganti hp” . Haha betul juga mungkin sudah saatnya ku berganti hp. Tapi, kejadian ini betul-betul membuatku trauma dan ogah naik kereta krd lagi. Cukup sampai disini. Dan semoga hp-ku cepat terganti. Aamiin…

Inilah pengalaman pahit di hari yang manis. Tapi aku yakin semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Ini semua akan membuatku lebih dewasa dan lebih berhati-hati lagi dalam bertindak. Yahh.. inilah pengalaman berhargaku yang takkan pernah terlupakan. Karena pengalaman itu MAHAL !!!